Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab

Assalamu'alaikum.wr.wb
Semoga berkenan,
dari multiply seorang teman yang ingin berbagi jalan..
Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab
Oleh : Dr. Huwayda Ismaeel (Diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris)

ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab

Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya. Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?

ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.

Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad) Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “ dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)

Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.


ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.

Saudari ini mungkin sati diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang penipu yang mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.

Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. .”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang
mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13) .Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.


ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.

Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..” (QS At-Taubah : 81)Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat talli besar untuk menarikmud ari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah”(QS. AN-NABA 78:24-25). Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.

ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.

Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka tekut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”(QS. AL BAQARAH 2:66) Kesimpulannya, apabila kau memgang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.

ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.

Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”(QS. TAHA 20:124) Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?

Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanm u kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan
tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.


ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”(QS. Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?

Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya”( QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?

ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.

Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.

ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.

Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21) saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri” (QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya , berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.

ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!

Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetapi akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.

KESIMPULAN

Tubuhmu, dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian. “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan” (QS Ali ‘Imran 3:185).
Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !

"Fa maadza ba'da-lhaqq, illa-dl_dlalaal"
Wass.wr.wb
Izzuman Bayu


fwd by: Maman Abd Rohman

Halal Bihalal Alumni al Amin

(Sabtu-Minggu 20-21 Oktober 2007/8-9 Syawal 1428 H)

Embun tebal yang meneduhkan suasana pagi mulai menyebar terdorong angin dingin yang semakin siang berubah menjadi rintik-rintik air, pagi ini terasa seperti sore tanpa sinar orange, yang terlihat hanyalah rintik air dedaunan yang melambai tersibak angina sepoy-sepoy pengantar langkah kami para alumni menuju tempat yang telah lama dirindui, kampus Al-amin tercinta.

Hari ini memang sudah dinanti-nanti oleh nyaris seluruh alumni, karena pada hari ini kita bisa melihat wajah-wajah lama yang sudah tak asing lagi dihati, kita akan memandang wajah-wajah kawan yang sudah lama tak jumpa, seperti apa mereka sekarang kira-kira? Makin cantik? Ganteng? Atau justru makin…. Gondrong mungkin..?

Jam 9 pagi ini acara Halal bihalal rutin tahunan santri plus siswa siswi MA AL-AMIN Tasikmalaya pada Sabtu pagi 8 syawal 1428 H/20 Oktober 2007 resmi digelar, ternyata alumni sudah ada yang sudah standing di lokasi, diantaranya ada ukhti Nolis, Novrida, Iis istianah, Akhi Dadan, n Yusuf etc dari angkatan dua, gak ketinggalan Akhi Maman the Our Genious dari angkatan satu dkk.. yang paling ditunggu kehadiran dua alumnus kita yang berstudy di negara pyramid mesir ada dua orang yang datang, ukhti Hj Neng Mahda Annida n Siti Syamsiah.. lama tak jumpa pangling juga mereka!, katanya kebetulan mereka sedang pulang liburan musim panas selama kurang lebih dua bulanan.

Acara pertama pembukaan oleh MC Ukhti Fitri Alhidayah dari angkatan empat, ± 100 orang alumnus telah hadir berkumpul ketika itu, tadinya setelah pembukaan, hendak dilanjutkan dengan tausiyah dari pak H.Wawan, tapi malang.. berhubung pak haji sedang ada keperluan jadi acara diundur, diganti dengan persembahan nasyid dari santri dengan Vokalisnya Akhi Kiki Baihaqi, santri plus pelajar kelas tiga Aliyah yang bersuara merdu, dengan peralatan nasyid lengkap milik yayasan sang drummer menabuh perkusi dengan lihai menciptakan musik yang aduhai, subhanallah indahnya… ini nih Raihannya AL-AMIN, wuihh.. personelnya gak kalah cakep (eitt.. dilarang keras zina mata ya….). usai nasyid perwakilan dari santri, hmm.. ni yang ditunggu-tunggu, kreasi seni grup nasyid alumni, yang diwakili oleh Akhi Yusuf, Fu’ad, Hilman, Ubad sabondoroyot, Lho kok? Tunggu dulu, mm.. sebenarnya suara vokalisnya juga merdu tapi.. tapi… banyakan falsnya daripada merdunya, hehe.. penabuh musiknya asal jedor, maklum.. TANPA PERSIAPAN MATANG, cateet! Tapi tak apalah, kita kan lagi silaturahmi, tahan ajaa… “jangan marah ya!J

Setelah persembahan nasyid, waktunya demo sains dari alumni yang diwakili oleh Aa haerumsn azam yang lagi study di ITB (Institut Technologi Bandung), jurusan mikrobiologi, Demonya menggunakan alat-alat diantaranya balon, botol etc. seseorang yang datangnya telat bertanya pada kawannya,

“barusan kang azam demo sainsnya gimana?”

“gak tau..”

“lho kok?”

“dari tadi saya lebih merhati’in kang azamnya daripada demonya,,”

“kenapa?”

“gayanya lucu sih, kacamatanya.. jarinya lentik-lentik hehe…” heup ahh..

Usai demo sains, dilanjutkan dengan launching beberapa program alumni yang disampaikan oleh kang Maman,. Beberapa program alumni tersebut adalah diantaranya..

1. Sekarang kita para alumni Al-amin punya website khusus sebagai salah satu sarana mempermudah komunikasi dan mengetahui informasi tentang alumni dan lain-lain. buat sahabat alumni, silahkan kunjungi di www.hayat-cairo.blogspot.com atau ke www.alamin.20.forumer.com , disini kamu bisa ikutan nebengin fhoto kamu sebagai anggota Hayat alias (Himpunan Alumni Yayasan Al-amin Tasikmalaya), bisa curhat, bisa juga nyumbangin cerita n kreasi kamu, atau mau sekedar lihat-lihat juga bisa.

2. Mading alumni. Bagi sohib alumni yang mau ngisi mading sekolah Al-amin, silahkan kirim kreasinya via pos atau bisa juga langsung datang ke kampus al amin.

3. Pembekalan untuk siswa/siswi dalam menghadapi UN dan SPMB, rahasia-rahasia supaya bisa melewatinya dengan baik dan sesuai harapan de el el..

“allahu akbar.. allahu akbar..!!” Suara adzan nan syahdu terdengar dari speaker atap mesjid megah AL-AMIN, entah siapa sang Mu’adzin yang suaranya bisa demikian menggetarkan hati, tanpa terasa waktu bergulir, waktu shalat dzuhur telah tiba, it’s time to break nih… ada yang soliskan alias Solat Istirahat Makan, ada yang solisjan alias Solat Istirahat Jajan.. sampai kira-kira pkl. 13.00 kami wareg ngerumpi sama sahabat-sahabat sambil ngelonjorin kaki nyantai-nyantai di kobong santri, lalu…

“ayo-ayo.. semuanya kembali ke aula! Saatnya penayangan film documenter alumni..” kontan semua berangkat lagi dengan semangat, soalnya gak sabar pengen lihat film kayak gimana sih yang dibikin akhi Maman the our genious, o..h ternyata itu, pemuculan fhoto-fhoto dokumen kegiatan alumni selama ini yang ditampilkan menarik dengan bantuan M’S Power Pointnya.. selama ± 30 menit film diputar di layar lebar, seru juga..

Dilanjutkan dengan tausiyah dari pak H.Wawan, tausiyah yang sudah n selalu dinanti oleh alumni, karana tausiyah dari beliau membuat hati kita terasa sejuk…. Makanan ruhani gt.. kan ruhani juga butuh makan…! Alhamdulillah kenyang, Tausiyah dari pak haji wawan berlangsung sampai lima menit sebelum asar, otomatis semua ke mesjid setelah itu istirahat, mandi, makan, ngobrolin macem-macem sama sahabat-sahabat, saling berbagi pengalaman khususnya bersama Ukhti-ukhti yang pulang dari mesir, pokoknya sampai isya deh.. waregg.

Ba’da isya acara dilanjutkan dengan talk show dan nonton film, talk shownya di moderatori oleh dede ropi’ah, dengan bintang tamu yaitu Siti Syamsiah, Neng Mahda, Fitri Alhidayah, dan Asep Fajar, ke empatnya berbagi pengalaman tentang kegiatan yang mereka lakukan satelah lulus dari al amin, cerita pertama diawali oleh Neng Mahda dan Siti Syamsiah, salah satu kalimat yang dapat dikutip dari mereka adalah, ”tinggal di mesir itu ada dua pilihan, Nabi Musa as atau Fir’aun, artinya kalau mau jadi orang baik maka jadilah seperti nabi musa.as, kalau sebaliknya, maka akan menjadi seperti fir’aun”. Tinggal dari diri kita mau pilih jalan yang mana, dan tak lepas juga bagaimana kita memilih lingkungan yang baik..

Yang kedua dari Fitri Alhidayah , ia sekarang kuliah di UGM jurusan ilmu gizi, waah nampaknya Al-amin akan benar-benar bebas dari penderita gizi buruk.., urusan gizi, serahkan pada teh Fitri!! beliau menjelaskan bagaimana cara masuk UGM melalui beasiswa etc,

Yang ketiga dari asep fajar, sekarang ia sudah sukses kerja di salah satu perusahaan besar di bekasi, alhamdulillaah.. ngomong-ngomong bagi-bagi dong rezekinya....

Setelah talk show, acara dilanjutkan dengan nonton film bareng santri dan alumni, judulnya Rindu Kami PadaMu, film itu berpesan pada kita “setiap orang butuh akan kasih sayang serta cara mengekspresikannya yang baik, hidup akan tarasa lebih indah jika kita selalu optimis, yakin akan pertolongan sang Khaliq serta dengan mencintai Allah dan Rasun-Nya” seperti yang dikatakan Kang Maman usai film berakhir, suasana malam yang temaram membuat semua makin berkesan, syahdu.. sekali! Sampai-sampai beberapa panitia alumni akhawat pada pules.. duh kacian, cape kali ya…..

Beberapa jam film itu diputar hingga selesai, acara ditutup, Setelahnya kita semua kembali ke kamar masing masing, sekalian nostalgila eh salah.. nostalgia masa-masa indah ketika mondok dulu.

***

Terr….terrr….. bunyi alarm yang di-set pukul 3 pagi memekik, waktunya bangun, semua ke mesjid, tahajud, baca ma’surot, baca surat alwaqi’ah, shalat subuh berjama’ah, pokoknya ya seperti biasa, tapi.. ada yang beda! kok bisa? gak kayak dulu, dulu ketika ma’tsurot berlangsung banyak kepala yang lenggak-lenggok atas bawah depan belakang, mulutnya menganga, ayo tebak lagi ngapain coba? Yupp.. tepat! Lagi Nuun duut tan.. malah biasanya ada yang sampe ngelindur! masih suka? Tapi ajaib, Kali ini semua akhwat cengharr binti buringas, alhamdulillah....... berarti ada peningkatan!! Gak tau deh kalo di ikhwan...

Setelah shalat shubuh, kita muroja’ah bareng, setelah agak siang, kita kembali mengulang memori masa lalu mengamalkan semboyan

الظافة من الايمان

Yakni Bebersih Akbar, ada yang bagian bersihkan wc, halaman, kalau ikhwan nyapu halaman sampai ke gerbang, dll. Setelah bebersih selesai semua semangaat sekali, jadwalnya olah raga bersama, semua pada ganti baju dengan stelan kaos, semua depan pintu tak beda halnya dengan akhi Sutisna dari angkatan dua, sang gila bola kita yang dengan semangat menggebu siap menggiring si bulat di lapangan, dan siaaapp....... tancaaaap! Tapi tapi, Oops, adu duuh.. tidak.. yaaah... hujan, oh no! Batal deeh persibnya.. halah halah... dasar nasiiiib!!!

Karena acara olahraganya gak jadi, acara yang selanjutnya musyawarah alumni dipercepat jadi jam 9, tapi sebelum masyawarah alumni ada yang unjuk rasa di dalam perut, cacing cacing itu teriak “lapaaaar!!” so kami semua sepakat buat makan dulu, trus mandi biar gak bau tentunya, beberapa alumni pulang lebih dulu, katanya ada keperluan penting.. yaah, berkurang deh..

Acara musyawarah alumni pun dimulai, kita membahas tentang apakah acara temu alumni perlu di adakan atau tidak, terus kalau perlu berapa tahun sekali atau setahun barapa kali temu alumni digelar?, tapi kita belum dapat keputusan yang pasti, banyak hal yang harus dipertimbangkan.. akhirnya Bpk Ust. Mumu Turmudzi memberikan masukan supaya mengadakan terlebih dahulu pemilihan ketua alumni, barulah setelah ‘puguh’ siapa koordinatornya bisa dibicarakan bagaimana untuk program temu alumni selanjutnya, dan segala macam tek-tek bengeknya.

Waktu dzuhurpun tiba, shalat is number one! acara dipending dulu untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai umat islam, setelah shalat dzuhur acara langsung diteruskan dengan pemilihan ketua alumni, beberapa kandidat telah dipilih, Kang Maman, Unu mujahid dll, dengan cara voting maka terpilihlah Kang Maman sebagai ketua alumni, tuh kan bener.. he is the our genious...

Matahari siang hari itu berada tepat di atas ubun-ubun, sinar menyengat berjingkrak di batok kepala disertai hawa yang menggeliat menguapkan sekujur tubuh, mendidihkan otak yang seperti digodok dengan sekumpulan rencana program, padahal pagi tadi udara lembab dan sempat turun hujan, akhir-akhir ini cuaca memang tidak karuan, kadang hujan kadang panas, yahh.. Setelah pemilihan ketua alumni alhamdulillah seluruh rangkaian acara selesai alumni sudah pengen pulang, walaupun banyak meninggalkan “PR”, tentang acara alumnian selanjutnya, acara alumnian di ahiri dengan musofahah dan halal bihalal ke pihak yayasan……………. Dua hari berlalu, kebersamaan yang tak terlupakan, rugi deh yang gak ikutan.., akhirnya semoga Allah SWT senantiasa mempertemukan kita semua kembali pada episode alumni yang akan datang dan seterusnya, semoga tali silaturahmi kita tetap terjalin utuh dan tak terputuskan oleh hal apapun, amiin…(/annur)

Writted by Annur
Edited by Novridasari

Menemukan Jejak Perjuangan

Oleh: Maman Abdul Rohman

Hari raya Idul Adha terasa berbeda tahun ini (1428 H). Tahun ini saya merayakan ied tidak bersama keluarga di kampung halaman, tidak pula di Kost-an/Asrama di dekat kampus. Ied kali ini saya mengikuti program CIA walah… kepanjangannya Ceria Idul Adha. Ini dibuat oleh adik2 kelas saya di Keluarga Muslim Farmasi ITB.

Singkat cerita, kami satu rombongan berangkat pada Rabu sore dari kampus menuju perkampungan di kabupaten Bandung menyarter angkot elf Ciburial. Daerah yang akan kami kunjungi cukup terpencil di puncak pegunungan yaitu Kampung Cicayur Desa/Kec Cimenyan Kabupaten Bandung. Kalau sahabat2 tahu wilayah Cicaheum, maka lokasinya masuk lewat Jalan Padasuka, sebelah utara terminal Cicaheum. Perjalanan dilakukan malam hari bada magrib. Jalan yang dilewati cukup terjal, kemiringan diatas 50o. Alhamdulillah kami dapat sampai di lokasi bada isya.

Selepas isya, kami disambut oleh ketua DKM setempat (oh iya, mesjidnya bernama Mujahid) dan diperkenalkan pada lingkungan di sana. Tujuan kami ke sana adalah untuk berbagi di hari raya Idul adha, mulai takbiran, shalat ied, penyembelihan qurban dan acara anak2. Kami dititipi 5 ekor kambing dari Rumah Amal Mesjid Salman ITB untuk diqurbankan disana.

Hal pertama yang membuat saya terkesima (secara pribadi) adalah ketika berkenalan dengan bapak ketua DKM, pak Ramdani namanya. Selain ketua DKM, amanah beliau juga sebagai Ketua MUI kec Cimenyan. Ketika beliau menanyakan alamat saya, ia bilang, “Bojo simkuring oge ti Kawalu, ti Babakan Peundeuy”…wah terasa ketemu tetangga nih.

Kami rombongan ber-21 dengan komposisi 5 ikhwan dan 16 akhwat pun langsung mengikuti agenda kami, saya bersama ikhwan yang lain takbiran, akhwat menyiapkan acara besok sambil membantu menyiapkan makanan di rumah pak DKM sekaligus tempat menginap.

Hal kedua, ketika takbiran saya melihat seorang anak laki-laki (seusia SMP sampai kelas 1 SMA) yang memaki jaket yang hampir saya kenal. Warnanya Hitam dengan corak garis merah. Bagian belakangnya terdapat tulisan2 sepertinya berisi nama2 (jadi teringat dengan Ecep Triana dan Wardi Suparma yang memakai jaket hampir serupa). Saya pun mulai menelusuri dengan bertanya pada anak2 yang ikut takbiran disamping saya. Ternyata anak tersebut adalah salah satu anak pak DKM. Ternyata pak DKM itu punya 9 anak, anak tersebut mungkin anak ke 6 atau 7. Suatu kesempatan saya dapat melihat jaket itu lebih jelas. Ternyata di bagian depan jaket itu terdapat logo segitiga yang pasti saya ingat. Ya, betul Logo Al-Amin. Memang tidak ada nama Al-aminnya di sana. Tetapi tetap saya yakin itu punya Alumni Al-Amin karena salah satu tulisan di bagian punggungnya adalah: Anak Didik Drs, Suhana. Wah betul nih, Tidak salah lagi. Dan kemudian saya tanyakan kakak adik ini adalah yang pernah sekolah di Tasikmalaya. Ternyata ada, malah semua anak2 pak Ramdani ini dipesantrenkan, ada di Tasik, Ciamis dan Baabussalam (Ciburial Bandung Utara). Setelah jam 12 malam, saat takbiran, dapatlah informasi ternyata kakaknya menyelesaikan Madrasah Aliyah Di Tasikmalaya lulus tahun 2005-2006 (ini berarti ia lulusan ketiga khan…) dan nama Alumni Al-Amin ini adalah Arif (saya lupa nama panjangnya. Pak DKM juga membenarkan bahwa anaknya memang lulus dari Al-amin dan saat ini kuliah di Sukabumi (sayang nama ma'hadnya ga saya hafal). Terakhir yang membulatkan dugaan saya adalah adanya stiker ma'had alamin yang ditempel di kaca rumah pak DKM. Wah subhanallah ternyata di satu malam ied ini saya telah menemukan sebuah jejak alumni yang belum saya kenal sebelumnya. Sayang sekali waktu itu ia tidak pulang ke rumahnya (padahal adik2 nya yang mesantren di Cikajang Ciamis pun pulang).

Saya dan teman2 mengamati dan berusaha bersosialisasi dengan masyarakat di sana. Hal yang cukup aneh, pada saat shalat ied, (dilaksanakan di mesjid karena kondisi lapangan yang becek) hanya diisi 2 barisan laki-laki (itu pun diisi oleh anak2) dan 3 barisan wanita. Teman saya pun bertanya: katanya ada 200 KK disini (data yang menjadi penerima kurban), kenapa yang sholat kok sedikit? Ma syaa allah. Ternyata lingkungan disana belum tersentuh oleh pendidikan islam yang nyata. Mungkin hanya keluarga pak Ramdani yang giat berdakwah disana. Setiap menit, kami pasti melihat anjing yang berkeliling di lingkungan mesjid dan hampir mengotori rumah suci ini. Bahkan di sebelah kampung didirikan gereja. Wah ngeri oge.

Sahabat tapi itulah kondisi ril masyarakat sekitar kita. Salah satu Alumni Al-amin pun akan menghadapi hal yang seperti ini. Kita do'akan semoga Tunas Muda Mujahid dari Al-amin ini mampu menjadi penerang dalam keislaman di lingkungannya. Saya yakin dengan kekuatan dari keluarga dan kita sebagai sahabat satu almamater akan mampu membangkitkan dan menerangi kampung-kampung yang sering dilirik para misionaris menjadi lingkungan islam dan masyarakat madani. Amiin

Innallaha maana...

Penumpang Bis di Negeri Seribu Menara*

Oleh Bahrul Ulum

Dua tahun dua bulan aku berdomisili di Mesir. Negara Mesir terkenal dengan julukan tanah Kinanah, negri Fir'aun, lembah Nil, negrinya Para Anbiya, juga ada sebutan masyhur yaitu negeri Seribu Menara.


Suatu hari setelah mandi dan sarapan, seperti biasa sholat Duha terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus Universitas al-Azhar. Aku pun berangkat kuliah jam 7:30, aku berangkat tergesa-gesa, karena di kampus ada madah (pelajaran) hadist yang mesti aku hadiri. Setelah mengucapkan salam kepada teman-teman di rumah, kulangkahkan kaki menuju halte bis Tajamu Awal, yang berjarak kira-kira 300 meter dari kosanku.

Baru saja sampai halte, tak seperti biasanya duduk lama menunggu bis atau angkot datang, waktu itu bis warna biru langsung muncul dari arah timur yang sudah pasti akan menuju mahatah (terminal) Zahra.

Bis nampak penuh dengan para umal (buruh), aku pun terpaksa berdiri. Memang sudah menjadi hal lumrah, bila naik bis di negri seribu menara ini sangat berdesakan dan tentunya harus rela untuk berdiri. Di bis aku mencoba mengambil mushaf mini di saku tas, untuk mengulangi hapalan Qur'an. Membaca Al-Quran di dalam bis sudah menjadi kebiasaan bagi semua orang muslim di negri Kinanah ini. Malang mushaf yang biasaya kubawa di tas, ternyata ke tinggalan di rumah, karena tidak ada mushaf, aku mencoba menikmati perjalanan dari Tajamu ke Zahro dengan memperhatikan tingkah laku para umal yang ada di sisi kanan kiriku.

Betapa tertegunya diriku, karena dari sekian banyak umal itu, tidak ada seorang pun yang curang tidak membayar ongkos, padahal penumpang sangat berdesakan. Kumsari (kondektur) pun sangat jauh dan hanya duduk santai di kursi mungil di dekat pintu belakang. Ku coba terus memperhatikan mereka, ternyata mereka sangat memperhatikan ujroh (ongkos) bis. Ketika posisi mereka di depan atau jauh dari kumsari, mereka saling titip–menitip ongkos itu dari tangan ke tangan, terus ku perhatikan ternyata semua ongkos sampai ke tangan kumsari dan kembalianya pun sampai lagi tepat di penumpang yang memberikan ongkos tanapa kurang sedikit pun. Sebenarnya peristiwa seperti itu terjadi setiap hari. Akhirnya bis yang saya tumpangi, sampailah di mahatoh Zahra.

Setelah menikmati peristiwa di bis tadi, ingatanku masih teringat dengan kejujuran para penumpang bis Tajamu Zahro. Maka aku akupun berniat perjalan Zahro ke Darrosah akan mengamati semua tingkah laku para penumpang terutama dalam membayar ujroh.

Setelah setengah jam aku menunggu Bis di mahatoh Zahro, akhirnya muncul juga bis nomber 80 yang menghubungkan Zahro dengan Darrosah. Dan di daerah Darrasoh inilah aku kuliah.

Sesuai niatku, ku perhatikan para penumpang bis tersebut, sejak naik bis sudah kuperhatikan seluruh gerak-gerik para penumpang, di mana mereka tersusun dari para mahsiswa misriyin (¬peribumi) atau pun wafidzin (asing) dan penumpang lain yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu, bahkan ada juga para pelajar I'dadi (SD) yang kebetulan naik.

Pada pemungutan ongkos pertama, si Kumsari atau Kondektur menghampiri seluruh penumpang sembari memungut ujroh (ongkos) dan memberikan tazkirah (karcis) kepada tiap penumpang. Tapi setelah mobil melewati daerah Hayal el-Asyir. Di mana di sanalah para penumpag mulai membeludak. Dari sana banyak sekali para penumpang yang naik, sehingga penumpang dalam bis sangat berdesakan, makin jauh penumpang makin banyak saja, malah melangkahkan kaki dalam bis tersebut sangat susah.

Masih tentang kejujuran para penumpang bis di negri Seribu Menara ini yang menjadi perhatianku. Subhanallah, ternyata ongkos yang disamapaikan oleh para penumpang semuanya sampai di kumsari. Adapun karcis dan kembalian semunya bisa samapai juga kesetiap penumpang tanapa ada perotes sedikit pun. Bahkan penumpang yang paling jauh pun tidak pernah kehilangan ongkos atau karcis jatahnya. Walaupun melewati beberapa tangan.

Aku sangat yakin semua penumpang membayar ongkos sesuai dengan jumlah yang telah di sepakati dan semua penumpang pun mendapatkan karcis dan kembalian sesuai pembayaran mereka.

Dari peristiwa ini menjadi ibrah bagi kita, betapa indahnya bila kejujuran itu bisa kita realisasikan di mana saja, walaupun situasi dan peluang sangat terbuka lebar untuk melakukan kecurangan, mulai memanipulasi uang ongkos, tidak membayar pun sangat mungkin sampai mengambil kembalian, tapi para penumpang bis di negri Seribu Menara ini sangat menjaga kejujuran dan keamanahan dan perlu kita tiru.

*Artikel ini terbit juga disini tetapi terdapat kesalahan penulisan nama

Fokus Belajar Yukkk...

Himpunan Alumni YPI Al Amin Tasikmalaya
H A Y A T

mengucapkan:


Selamat menghadapi Ujian Term Pertama

Succes Oriented!!!

Ingat!!! Selalu membaca kapanpun dan dimanapun anda berada.

Semoga mendapatkan ilmu yang bermanfa'at dan prestasi yang yang diharapkan.


Selamat Datang Musim Dingin

Oleh: Saepudin Syukri*

Mesir adalah Negara yang mempunyai empat musim. Musim dingin, panas, semi dan gugur. Musim yang terindah adalah musim semi. Yang mana pada musim ini pohon-pohon mengeluarkan daunnya. Juga bunga-bunga mengeluarkan bau harummya. Banyak kata orang, musim yang paling menyeramkan adalah musim dingin dan panas. Mengapa? Kerena musim dingin di sini sangat dingin, dan musim panas panas sekali jika sudah puncaknya yang sangat menyiksa. Musim dingin dimuali dari awal bulan November sampai bulan Februari. Biasanya puncak musim dingin di sini ketika kita ujian term 1 di kuliah. Kedinginannya berkisar 22 derajat celcius kurang lebinya.

Pakaian Hangat

Sekarang ini orang-orang banyak pergi ke pasar membeli beberapa peralatan atau bahan menghadapi musim dingin, seperti selimut, jaket, sweater, kaos kaki-tangan, cupluk (tutup kepala) dan perlengkapan lainnya. Rata-rata dijual dengan harga yang menantang.

Menjaga Kesehatan

Menurut penelitian, Mesir dikenal negara yang terkenal dengan peradaban kuno. Peradaban kuno itu seperti Piramid Giza, Kuil Karnak, Lembah Raja, dan Kuil Ramses. Juga banyak terdapat objek wisata, seperti pantai Iskandariyah, Matruh, Terusan Suez, Dahab dan lainnya. Para turis banyak yang berdatangan ke tempat-tempat tersebut walau musim dingin sekalipun.

Selain objek wisata Mesir, Mesir juga terkenal dengan pertaniannya. Apalagi di wilayah pinggiran sungai Nil yang subur. Menurut sejarah Mesir dijuluki sebagai negeri hadiah sungai Nil. Setiap musim pertanian ini mengeluarkan panen yang yang berbeda. Penduduk Mesir dalam hal ini tidak banyak yang kekeruangan bahan makanan. Buah-buahan yang banyak pada musim dingin yaitu seperti Jeruk, stroberry, delima, dan pisang. Sungguh Allah Ta'ala Maha Adil dan Bijaksana memberikan rizki kepada hamba-Nya di muka bumi ini sesuai kejadian alam. Pada musim panas kemarin buah-buahan yang ada berupa semangka, anggur, khuh, dan lain-lain dengan harga yang relatif murah.

Di musim dingin sangat cocok bagi seseorang mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Seperti jeruk yang mengandung vitamin C. Kulit yang kedinginan akan terkuras vitamin C-nya. Jika jarang atau tidak mengonsumsi jeruk kulit akan kering, keriput dan sariawan. Kulit kering itu dapat diobati dengan pelembab, seperti Evasline, Nivea, Jonsens, dan lainnya.

Di musim dingin ini banyak sekali rintangan yang akan dihadapi oleh penduduk mesir dan orang luar, termasuk orang Indonesia. Panyakit demam atau Influenza sudah tidak asing lagi di Negara ini. Setiap pergantian musim penyakit ini selalu ada. Oleh kerena itu di mana-mana, pinggir jalan, luar masjid dan di warung-warung, siap menyediakan Mandil (tisu) untuk membasuh cairan lendir dari hidung dan mulut.

Pada musim dingin di sini cuaca hampir sama dengan musim hujan di Indonesia, entah kalau di Negara lain. Atau bisa dikatakan musim dingin di sini musim hujan di Indonesia. Mengapa? Kerana musim dingin di sini adanya hujan debu dan angina besar. Oleh kerena itu sangat dibutuhkan pakaian yang tebal, yang pasti berpakaian yang berlapis-lapis. Mandi pun harus pakai air hangat, baik dari Sakhonah (pemanas air) atau air masak.

Di musim dingin ini kita lebih dituntut untuk menjaga kesehatan. Sangat rawan yang namanya penyakit keropos tulang. Tidak sedikit orang yang terkena penyakit ini, yang disebabkan oleh kedinginan. Memang saat ini kita tidak merasaknnya, tapi pada saat kita tua bagaimana? Banyak dialami oleh senior kita yang telah pulang ke Indonesia. Mereka rasakan di sana. Oleh kerena itu, di sini penulis menghimbau agar manjaga kesehatan di musim ini dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, istirahat yang cukup jangan bergadang, dan jangan lupa mandi dengan air hangat.

Enak Tidur

Dari sekiannya banyak orang yang ada di Mesir, mereka berpendapat bahwa pada musim ini rasanya enak tidur. Apalagi waktu malam menjadi lebih panjang daripada pada musim panas waktu malam hari pendek. Di musim dingin ini, kebanyakan orang akan tidur sekitar jam 10 atau 11 malam. Tak kalah menarik tiba-tiba nafsu makan pun bertambah, mudah lapar. Penulis juga rasakan sendiri. Berdasarkan keterangan dari bidang kedokteran mengenai penyebab ini ialah bahwa di saat cuaca dingin sel-sel tubuh tidak aktif atau kurang bergerak. Disebabkan tubuh tidak dipakai gerak. Nah di saat situlah sel tubuh memerlukan banyak konsumsi akhirnya mudah lapar lagi. Maka tidak salah jika seseorang pada musim ini berat badannya bertambah.

Selain itu, ada juga yang membuat tidur kita enak, yaitu terhindar dari gangguan Kepinding (kata orang Jawa) atau Tumbila/Bangsat (kata orang Sunda). Kepinding atau Tumbila pada musim dingin jarang. Mereka kedinginan. Beda ketika musim panas mereka sangat banyak, kerena hewan itu suka pada habitat yang panas.

Jarangnya Busana Buka Aurat

Penduduk Mesir paling besar menganut agama Islam sekitar 90% dan sisanya 10% nonmuslim. Walau demikian banyak dari kaum Hawa berbusana terbuka/pakaian tipis. Tidak bedanya dengan di Indonesia. Kemudian Di musim dingin ini apa yang mereka lakukan? Mereka mau tidak mau harus menutupi tubuh. Kalau tidak, mereka akan tergganggu kesehatannya. Terjangkit penyakit tulang keropos, dan penyakit lainnya.

Perlunya Kesabaran

Bisa dibilang musim dingin sangat kejam dan menantang. Di sinilah kesabaran kita diuji. Sungguh hidup di Mesir kesabaran kita sangat diuji. dalam urusan kuliah, di Jawazat, menunggu bis pulang-pergi perkuliahan, musim dingin-panas, adat orang mesir dan sebagainya. Kita seharusnya bahagia dengan diuji kesabaran kita, kerena kita dapat belajar hidup lebih dewasa dan mandiri. semoga kita tergolong pada orang-orang yang bahagia.

Kuliah Aktif Lagi Ujian Yang Menanti

Sekerang adalah bulan November. Al Azhar sudah ramai dengan mahasiswa, baik yang lama maupun yang baru. Mereka sibuk dengan Ijroat kuliah (urusan registrasi kemahasiswaan), muhadharah (hadir di meja kuliah), membeli diktat kuliah, dan urusan lainnya, semua itu dalam rangka persiapan menghadapi ujian.

Al Azhar adalah salah satu Universitas Islam tertua di dunia, yang memakai sistem tanpa absensi. Hadir atau tidak dalam arti bebas. Asal pada waktu ujian bisa. Sehingga kita dituntut untuk mandiri. Dengan sistem ini mahasiswa dapat mengambil pelajaran di luar kuliah.

Demikan berbagai fenomena musim dingin di Mesir. Selamat datang musim dingin. Semoga dapat dijadikan ibrah/pengalaman yang bermanfaat. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Tak ada gading yang tak retak.

*Alumni Al Amin angkatan 2005, Mahasiswa Al Azhar Tkt III Tafsir-Ushuluddin

Selamat Jalan Guru...

Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji'un...

Kita adalah milik Alloh dan pasti kembali kepada-Nya. Guru yang kita cintai kini harus kembali menghadap Yang Maha Suci. Bapak KH. Zarkasyi, Guru kita, Pimpinan YPI Al Amin Tasikmalaya kini telah tiada. Beliau telah pergi dari alam dunia ini untuk selama-lamanya. Semoga seluruh amal kebaikan beliau diterima oleh Alloh SWT. dan semoga beliau ada dalam rahmat-Nya juga berada dalam ridha-Nya. Seandainya beliau pernah melakukan kesalahan ataupun dosa, semoga Alloh Yang Maha Pengampun mengampuni seluruh dosa beliau. Amiin yaa Robb...

Tiada kata lain yang pantas kita ucapkan untuk mengantar kepergian beliau selain do'a. Untuk itu, janganlah bosan untuk selalu mendo'akan beliau dengan do'a yang baik.

"Allohummaghfir lahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu wakrim nuzulahu wa wassi' madkholahu wanawwir maqbarohu birohmatika ya Arhamarrohiimiin... "

Sebagai orang yang pernah menimba ilmu dari beliau, kita selayaknya mengamalkan apa yang telah beliau ajarkan kepada kita. Semoga ilmu beliau berguna bagi kita dan menjadi tambahan amal kebaikan bagi beliau. Amiin ya Robb...

Selamat Jalan Guru...